Yayasan Srikandi Lestari Menggelar Well Being Kepada Masyarakat Pesisir Langkat

114
Yayasan Srikandi Lestari Menggelar Well Being Kepada Masyarakat Pesisir Langkat
Yayasan Srikandi Lestari melalui kegiatan Wellbeing memberikan bantuan berupa 5 Kg beras kepada anggota kelompok perempuan Sei Siur Bersatu dari desa Sei Siur dan kelompok perempuan Maju Jaya Desa Pintu Air dikecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat pada tanggal 12 May 2020. Kegiatan ini digelar di 3 desa yaitu Desa Pintu Air, Desa Sei Siur dan Desa Lubuk Kertang.

Pandemi COVID-19 yang dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, tak terkecuali kepada masyarakat pesisir di wilayah Pangkalan Susu Kabupaten Langkat dan Brandan Barat. Menurut Sumiati Surbakti selaku Direktur Eksekutif Yayasan Srikandi Lestari kelompok dampingan yang selama ini dibina oleh Yayasan Srikandi Lestari merupakan keluarga nelayan dan petani yang tinggal di kawasan sepanjang pesisir kecamatan Pangkalan Susu. Meraka merupakan masyarakat yang tinggal berdampingan dengan nelayan yang memiliki ketergantungan terhadap hasil laut dan juga pertanian.

Sumiati Surbakti menyatakan bahwa perlindungan dari negara sangat minim membuat nelayan dan pelaku sektor pertanian menjadi kelompok yang sangat rentan menghadapi persebaran COVID-19 di Indonesia.

Terlebih lagi warga masyarakat Pangkalan Susu diketahui merupakan masyarakat yang terdampak polusi yang diduga dikeluarkan oleh PLTU Pangkalan Susu menjadi korban yang sangat menderita, keterpurukan ekonomi ini membuat angka kemiskinan meningkat tajam disepanjang pesisir Langkat.

Sumiati Surbakti menambahkan bahwa pemerintah diharapkan untuk segera memberikan perhatian kepada keluarga yang tinggal disepanjang pesisir perairan teluk Aru.

Sumiati Surbakti selaku Direktur Eksekutif Yayasan Srikandi Lestari, mendesak Pemerintah mengalokasikan dana perlindungan khusus untuk keluarga nelayan dan petani yang pendapatannya menurun akibat penyebaran COVID-19.

Kelompok masyarakat dampingan Yayasan Srikand Lestari mengeluh menurunnya pendapatan karena berkuranganya daya beli dari masyarakat, kebijakan social distancing dan pelarangan aktivitas membuat masyarakat otomatis berdampak kepada penurunan penjualan hasil tangkapan laut juga hasil pertanian.

Kondisi pasar sepi, distribusi hasil pertanian dan perikanan terganggu karena permintaan yang berkurang akibat kebijakan pembatasan oleh pemerintah. Mereka juga mengeluhkan bantuan yang tidak tepat sasaran bahkan beberapa bantuan tumpang tindih diberikan kepada orang yang sama sementara masyarakat yang belum mendapat bantuan tidak diperhatikan.